Cappuccino

Cappuccino adalah minuman khas Italia yang dibuat dari espresso dan susu. Cappuccino mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu para barista dapat menciptakan seni latte pada microfoam, menciptakan desain-desain tertentu seperti apel, hati, daun, dan rangkaian.

Tari Legong dari Bali

Legong merupakan sekelompok tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh.

Rawa Danau dengan segala keindahannya

Rawa Danau adalah Kawasan hutan seluas 2.500 ha yang ditetapkan sebagai Cagar Alam. Rawa Danau merupakan rawa yang terluas di Pulau Jawa dengan segala keindahan alam yang masih terjaga.

SXC2 (Serang XC Community)

Serang XC Community adalah komunitas sepeda gunung yang berada di Serang-Banten. Komunitas ini berdiri dengan tujuan silaturahmi sesama goweser dan mendukung juga gerakan go green.

Gabson Family

Gabson Family adalah sekumpulan manusia yang mempunyai banyak kekurangan dan berusaha menutupi kekurangan itu satu sama lain. Dari kekurangan itulah kami menjadi sebuah keluarga.

Tampilkan postingan dengan label Rumah Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Hutan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Tanjakan 45 Sayar - Rumah Hutan

Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang begitu terang di ufuk timur, semangat untuk beraktivitas pun tak luput di pagi yang cerah ini. Hari ini, hari Sabtu, 16 April 2011, merupakan jadwal gowes kali ini. Jam 6.30 saya berangkat dari rumah menuju titik kumpul Halaman KPP. Sebelum ke tikum (titik kumpul) saya melihat Pak A’I, Pak Yopie dan Om Iyan sedang sarapan di kupat sayur, langsung aja saya ikut nimbrung untuk sarapan juga. Terimakasih untuk Pak A’I yang sudah membayarkan sarapannya. Setelah sarapan kami menuju tikum, di Halaman KPP  sudah menunggu Pak Mars, Pak Danar dengan jersey kuning baru nya, Pak Imam dan Kang Ola yang baru saja datang. Wah tampaknya goweser sabtu mulai berkurang, dan wajah-wajahnya pun itu itu saja yang gowes, tidak ada pertambahan dalam komunitas kami. Apakah komunitas kami extreme dalam bersepeda? Padahalkan sebenarnya kami bersepeda sewajarnya dan tidak terlalu  extreme, hahah. Tapi yang jelas harus ada semacam open recruitment, karena di Serang ini sudah banyak yang bersepeda tentunya MTB bukan fixie,  tapi mereka hanya terlihat begitu saja, tidak tau kemana arah tujuan mereka menggowes.  Kembali ke Halaman KPP, dapat kabar dari Pak Imam kalo Pak Hepy katanya mau ikut gowes dan sedang dalam perjalanan menuju KPP. Setalah Pak Hepy datang, tepat pukul 7.30, kami langsung berangkat dengan tujuan tanjakan 45 Sayar. Sepertinya waktu keberangkatan gowes mulai semakin molor dari biasanya. Di perempatan Sumurpecung kami bertemu Pak Dodo Cozmic, dan terkumpul lah 10 goweser yang siap menuju tanjakan 45, ada Pak Mars, Pak Danar, Pak Imam, Pak A’i, Pak Yopie, Om Iyan, Kang Ola, Pak Hepy, Pak Dodo cozmic, dan saya Vito.
Track menuju tanjakan 45 kali ini tidak lagi lewat cikulur yang konturnya onroad, tetapi kami lewat Sepang, lalu sebelum SD Sepang kami berbelok kekanan dengan kontur jalan nya makadam kecil. Sampai di pertigaan Madrasah Nurul Almi (kalo ga salah) belok kanan, nah setelah belok kanan tadi kami akan bertemu jalan hutan yang konturnya makadam, sangat disayangkan sekali track hutan ini dengan kontur makadam, coba aja konturnya tanah, mungkin lebih seru lagi nih. Track hutan ini agak sedikit menanjak dengan ujung nya tepat di desa pas tanjakan 45. Apabila kita lewat jalan cikulur maka kita akan melihat sawah-sawah yang membentang luas dengan background bukit-bukit di sebelah kiri kita, nah disitulah ujung track hutan sayar. Tidak lupa untuk berpose sejenak dengan pemandangan yang indah ini. Setelah itu kami langsung berhadapan dengan tanjakan 45, shifter pun langsung kami mainkan, badan pun mulai kami bungkukan kedepan, semuanya itu untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menanjak, dan tidak lupa pula ayunan kaki harus tetap stabil, jangan terlalu memaksakan dan jangan terlalu bergerak cepat. Sesampainya di puncak tanjakan 45 kami rehat sebentar sambil menunggu yang dibelakang. Sambil ngobrol-ngobrol, kami memperbincangkan selanjutnya ke arah mana, kekiri dalung apa kekanan cilowon, dan banyak goweser yang ingin ke Rumah Hutan via bojong. Setelah semuanya setuju dan yang rombongan belakang pun sampe, kami berangkat menuju Rumah Hutan.
Setelah sampai di kampung bojong, kami pun diberi jalan alternatif lain untuk menuju Rumah Hutan, apabila jalan sebelumnya itu kami harus menyebrangi sungai kecil yang tidak ada jembatannya, nah kali ini kami lewat jalan lain yang ada jembatannya. Tracknya lumayan panjang dengan kontur tanah dan menurun, tetapi setelah jembatan langsung menanjak sedikit. Ternyata track ini berujung di Rumah Hutan arah ke Pancanegara tepatnya di kebun singkong sebelah Rumah Hutan. Sesampainya di Rumah Hutan, ternyata banyak goweser yang sedang rehat, rata-rata mereka dari bojong juga, tidak lewat pereng. Langsung saja kami ambil posisi untuk rehat dan pesan teh manis hangat. Sambil rehat kami mengobrol-ngobrol lagi sejenak mengulas tentang pengalaman-pengalam gowes yang selama ini menjadi kenangan indah dan kenangan pribadi, semuanya itu dalam penuh canda tawa.
Teh manis hangat pun sudah kami habiskan pengganti energi yang terkuras setelah perjalanan tadi. Kami pun bersiap-siap untuk perjalanan pulang. Track pun kami tentukan lewat cidampit lalu keluar cilowong. Berbeda pada edisi sebelumnya (Rumah Hutan Edisi Sekian) kami pulang lewat track hutan yang dibalik lalu keluar Pereng. Tapi kali ini kita lewat cidampit, karena waktu yang sudah siang. Tak asing lagi dengan kontur track cidampit arah ke cilowong, yaitu menanjak dan makadam kecil.
Sampai di ujung tanjakan yaitu  Jalan Raya Gunung Sari, kami rehat sebentar di warung sambil menunggu rombongan belakang.  Sambil menunggu rombongan belakang Pak Dodo cozmic pun harus  memperbaiki FD sepedanya yang rusak. Setelah ditelusuri ternyata kabel FD nya putus, sehingga Pak Mars pun mengganjel FD nya dengan Batu, karena Pak Mars sudah pengalaman dalam ganjel-mengganjel sesuatu, hahah (ganjel FD maksudnya). Rombongan belakang pun sampai, begitu juga dengan sepeda Pak Dodo cozmic yang sudah diperbaiki, lalu kami pun melanjutkan perjalanan pulang kami. Melalui track onroad Jalan Raya Taktakan kami pun memacu sepeda kami sekencang mungkin, karena konturnya menurun terus sampai Taktakan. Titik pisah kami pun di Brimob. Saya, Pak Yopie, Pak A’I dan Pak Heppy tetap beriringan sampai Kebon Jahe dan kami pun berpisah disini.  Saya dan Pak Yopie mampir dulu ke Es Kuwut, memang paling enak seusai gowes dan ditemani terik panas matahari menikmati asam manis Es Kuwut. Sayang sekali Indra tidak bisa menikmati kebersaman minum Es Kuwut ini sama Pak Yopie dan Saya karena dia sedang Pendidikan di luar kota. Setelah menikmati Es Kuwut kami pun pulang, terimakasih Pak Yopie buat Es Kuwutnya. Alhamdulillah sampai rumah tidak terlalu sore. Biasanya gowes sabtu bisa sampe sore bahkan malam, itu membuktikan bahwa stamina gowes SXC2 bertambah dan ditambah track di wilayah Serang sudah habis kali yaa.. hehe. Apapun itu kami tetap SXC2 yang penuh canda tawa dan kebersamaan gowes yang erat.

Senin, 04 April 2011

Rumah Hutan Edisi Sekian

Assalamuaikum Wr. Wb

Bagaimana kabar goweser semua? Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada kita agar tetap bisa menjalankan aktivitas sepedaan. Minggu 27 Maret 2011, merupakan jadwal sepedaan SXC2 kali ini, Pagi itu langit tampak mendung seakan menahan hujan untuk turun. Cuca seperti ini memang cocok untuk gowes, tetapi lebih cocok lagi untuk tidur kali yak, heheh. Eit, tapi engga bagi yang semangat untuk berolahraga, dengan berolahraga kita bisa dapet sehat, badan segar, pikiran tenang, refreshing serta liat yang seger-seger.. Hahah. 
 
Jam 7.00 saya sampe di titik kumpul halaman KPP, tapi tak ada seorangpun goweser yang hadir, wah mungkin pada ga jadi gowes karena cuaca mendung. Saya pun bertanya ke Satpam yang biasa jaga, katanya sudah ada 3 orang yang sudah datang, termasuk pak yopie. Oke saya coba sms pak yopie tetapi tidak dibalas. Lalu saya putuskan saja untuk menuju alun-alun, siapa tau mereka ada disana. Sesampainya di alun-alun tidak kelihatan jersey go green khas SXC2 setelah saya coba berusaha tengok kanan kiri. ketika saya coba ambil HP, Pak Yopie menelpon saya, dan katanya mereka sudah sampai di umbul tengah. Setelah mengetahui kabar tersebut bergegaslah saya menuju umbul tengah.

"Wah anak muda telat aja nih" sapa Pak Mars ketika saya sampe di umbul tengah. "Kempes pak ban belakangnya" jawab saya. Saya pun langsung menaruh sepeda saya, menyadari bahwa ada mertua juga disitu, langsung saja saya salam ke mertua sambil basa basi sedikit. Ternyata di umbul tengah sudah menunggu Pak Mars, Pak supri, Pak Yopi, Pak Imam dan Pak A'I dan goweser lain nya. kali ini goweser minggu mulai berkurang, tak apalah, yang penting bisa gowes bersama. Rute kali ini telah ditentukan ke Rumah Hutan tapi track nya dibalik, berangkatnya lewat bojong keluarnya pereng. Baiklah, let's go to Rumah Hutan.

Setelah semua siap kami pun berangkat ke Rumah Hutan, seperti biasa kita harus menanjak cilowong dulu dengan aroma bau sampah yang bisa menggangu konsentrasi dan jalan onroad dengan kontur menanjak.
Pada tanjakan cilowong ini saya terlebih dulu sampe dan kembali bertemu mertua saya di ujung tanjakan. Merasa ga enak hati kalo ga berhenti dulu, yawda saya putuskan untuk berhenti dulu, lalu menghampiri mertua saya yang sedang beristirahat bersama rombongannya. Sedikit basa-basi tentang kejadian kemarin yang katanya mertua saya jatuh dari sepeda di Kebun Karet. Setelah ngobrol-ngobrol saya pamit berangkat duluan dan berkumpul di warung bojong. setelah itu kami pun turun ke cidampit.

Jalan cidampit ini berkontur makadam dan menurun, menurun tentunya dari arah cilowong, coba kalo dari arah sayar, pasti nanjak. Jalan makadam cidampit ini enaknya dilalui dengan sepeda Fullsus (full suspension). Sampe di rumah yang merupakan jalan ke Rumah Hutan kami berpisah dengan Pak A'I dan Pak Imam karena mereka ada urusan. Tersisa Pak Mars, Pak Supri, Pak Yopie dan saya yang positif ke Rumah Hutan. Dari Jalan cidampit menuju Rumah Hutan, jalannya berupa track hutan yang sedikit menurun, tidak panjang, dilembah menyebrangi sungai kecil, dan menanjak setelah menyebrangi sungai kecil. Tidak jauh dari sungai sampelah di Rumah Hutan.

Suara burung bernyanyi dengan kaloborasi suara radio yang volume nya keras terngiang ditelinga kami. Hamparan rumput hijau yang luas yang di atasnya berdiri gubuk-gubuk bertingkat dan ditemani beberapa pohon duren yang tinggi-tinggi. Udara yang sejuk dan lingkungan yang tetap terjaga asri. Wow, sungguh design yang menggambarkan, kalau ini itu adalah Rumah Hutan. Letak geografisnya sih kurang tau, tapi Rumah Hutan ini terletak di kampung  Cidampit. Di Rumah Hutan ini terdapat warung yang biasa menjaga Rumah Hutan ini. Langsung saja kami pesan mie dan teh manis hangat nya untuk menggantikan tenaga kami yang terkuras. Sambil istirahat ngobrol-ngobrol kami menyantap mie yang sudah dibuat. Rumah Hutan kali ini tampak sepi, biasanya banyak goweser yang berkunjung kesini, mungkin karena masih pagi juga kami kesini. Setelah selelesai makan, istirahat  termasuk setting sepeda juga, kami melanjutkan perjalanan pulang. Track pulang kali berbeda, yaitu lewat hutan, biasanya kalo abis dari Rumah Hutan pulang tuh lewat Pancanegara atau Cidampit.

Ternyata track hutan yang di balik ini memang mempunyai sensasi yang berbeda, sempat nyasar karena belum terbiasa. Pak Yopie yang belum pernah lewat track ini merasa berat dan belum handal dengan track hutan. Saya yang terbiasa dengan track hutan ini pun merasa kesulitan, karena arahnya dibalik. Akan tetapi, Pak Mars dan Pak Supri malah senang melahap tracknya sampe-sampe ninggalin saya dan pak Yopi di belakang.  Sekarang track hutannya mulai nampak rusak, karena dengar-dengar kemarin rombongan dari Polda ke Rumah Hutan, nampak terlihat di tanah beberapa jejak motor trail yang lewat, padahal ini
kan jalur sepeda, kenapa motor trail lewat sini? Nampaknya mereka menghiraukan kelestarian track hutan yang selama ini terjaga.

Pereng, sekitar pukul 12.30 alhamdulillah kami sampe di jalan raya. Pak Mars sudah menunggu di gardu, saya dan Pak Yopie sampe belakangan. Pak Supri yang bablas duluan pulang, setelah rehat sebentar kamin melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing. Track oroad yang berkontur turunan pun kami libas dengan cepat, bahkan dari cilowong sampe taktakan saya dan Pak Mars sedikit beraktrasi melepas kedua tangannya dari handlebar. Titik pisah kami di alun-alun, Pak Mars ke arah utara saya dan Pak Yopie ke arah timur. Sebelum pulang saya dan Pak Yopie berencana mau makan eskuwut dan nyuci sepeda, karena sepeda
kotor banget akibat track hutan yang berlumpur. Eh berhubung cuci stem di kidang terlewat akibat arus kendaran motor dan mobil yang padat, terpaksa es kuwut pun di cancel, cari cuci stem daerah cinanggung deh, dan alhamdulillah dapet juga. Sambil nunggu sepeda di cuci Pak Yopie ngajak makan batagor dulu, yasudah makan dulu, berhubung dirumah saya ga ada apa-apa dan siapa-siapa dan perut sayapun lapar, yowis makan dulu. Setelah makan dan sepeda telah dicuci kami pun pulang. Terimakasih yak Pak Yopie yang sudah bayar batagor dan cuci sepedanya, terimakasih banyak pak.

Alhamdulillah sampe rumah juga, terasa cape dan pegelnya semua badan, tapi terbayarlah dengan sensasi track hutan yang dibalik, hahaha. Oke saya tidur dulu, selamat beristirahat, sampe berjumpa di episode mendatang..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More