Assalamuaikum Wr. Wb
Bagaimana kabar goweser semua? Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada kita agar tetap bisa menjalankan aktivitas sepedaan. Minggu 27 Maret 2011, merupakan jadwal sepedaan SXC2 kali ini, Pagi itu langit tampak mendung seakan menahan hujan untuk turun. Cuca seperti ini memang cocok untuk gowes, tetapi lebih cocok lagi untuk tidur kali yak, heheh. Eit, tapi engga bagi yang semangat untuk berolahraga, dengan berolahraga kita bisa dapet sehat, badan segar, pikiran tenang, refreshing serta liat yang seger-seger.. Hahah.
Bagaimana kabar goweser semua? Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada kita agar tetap bisa menjalankan aktivitas sepedaan. Minggu 27 Maret 2011, merupakan jadwal sepedaan SXC2 kali ini, Pagi itu langit tampak mendung seakan menahan hujan untuk turun. Cuca seperti ini memang cocok untuk gowes, tetapi lebih cocok lagi untuk tidur kali yak, heheh. Eit, tapi engga bagi yang semangat untuk berolahraga, dengan berolahraga kita bisa dapet sehat, badan segar, pikiran tenang, refreshing serta liat yang seger-seger.. Hahah.
Jam 7.00 saya sampe di titik kumpul halaman KPP, tapi tak ada seorangpun goweser yang hadir, wah mungkin pada ga jadi gowes karena cuaca mendung. Saya pun bertanya ke Satpam yang biasa jaga, katanya sudah ada 3 orang yang sudah datang, termasuk pak yopie. Oke saya coba sms pak yopie tetapi tidak dibalas. Lalu saya putuskan saja untuk menuju alun-alun, siapa tau mereka ada disana. Sesampainya di alun-alun tidak kelihatan jersey go green khas SXC2 setelah saya coba berusaha tengok kanan kiri. ketika saya coba ambil HP, Pak Yopie menelpon saya, dan katanya mereka sudah sampai di umbul tengah. Setelah mengetahui kabar tersebut bergegaslah saya menuju umbul tengah.
"Wah anak muda telat aja nih" sapa Pak Mars ketika saya sampe di umbul tengah. "Kempes pak ban belakangnya" jawab saya. Saya pun langsung menaruh sepeda saya, menyadari bahwa ada mertua juga disitu, langsung saja saya salam ke mertua sambil basa basi sedikit. Ternyata di umbul tengah sudah menunggu Pak Mars, Pak supri, Pak Yopi, Pak Imam dan Pak A'I dan goweser lain nya. kali ini goweser minggu mulai berkurang, tak apalah, yang penting bisa gowes bersama. Rute kali ini telah ditentukan ke Rumah Hutan tapi track nya dibalik, berangkatnya lewat bojong keluarnya pereng. Baiklah, let's go to Rumah Hutan.
Setelah semua siap kami pun berangkat ke Rumah Hutan, seperti biasa kita harus menanjak cilowong dulu dengan aroma bau sampah yang bisa menggangu konsentrasi dan jalan onroad dengan kontur menanjak.
Pada tanjakan cilowong ini saya terlebih dulu sampe dan kembali bertemu mertua saya di ujung tanjakan. Merasa ga enak hati kalo ga berhenti dulu, yawda saya putuskan untuk berhenti dulu, lalu menghampiri mertua saya yang sedang beristirahat bersama rombongannya. Sedikit basa-basi tentang kejadian kemarin yang katanya mertua saya jatuh dari sepeda di Kebun Karet. Setelah ngobrol-ngobrol saya pamit berangkat duluan dan berkumpul di warung bojong. setelah itu kami pun turun ke cidampit.
Jalan cidampit ini berkontur makadam dan menurun, menurun tentunya dari arah cilowong, coba kalo dari arah sayar, pasti nanjak. Jalan makadam cidampit ini enaknya dilalui dengan sepeda Fullsus (full suspension). Sampe di rumah yang merupakan jalan ke Rumah Hutan kami berpisah dengan Pak A'I dan Pak Imam karena mereka ada urusan. Tersisa Pak Mars, Pak Supri, Pak Yopie dan saya yang positif ke Rumah Hutan. Dari Jalan cidampit menuju Rumah Hutan, jalannya berupa track hutan yang sedikit menurun, tidak panjang, dilembah menyebrangi sungai kecil, dan menanjak setelah menyebrangi sungai kecil. Tidak jauh dari sungai sampelah di Rumah Hutan.
Suara burung bernyanyi dengan kaloborasi suara radio yang volume nya keras terngiang ditelinga kami. Hamparan rumput hijau yang luas yang di atasnya berdiri gubuk-gubuk bertingkat dan ditemani beberapa pohon duren yang tinggi-tinggi. Udara yang sejuk dan lingkungan yang tetap terjaga asri. Wow, sungguh design yang menggambarkan, kalau ini itu adalah Rumah Hutan. Letak geografisnya sih kurang tau, tapi Rumah Hutan ini terletak di kampung Cidampit. Di Rumah Hutan ini terdapat warung yang biasa menjaga Rumah Hutan ini. Langsung saja kami pesan mie dan teh manis hangat nya untuk menggantikan tenaga kami yang terkuras. Sambil istirahat ngobrol-ngobrol kami menyantap mie yang sudah dibuat. Rumah Hutan kali ini tampak sepi, biasanya banyak goweser yang berkunjung kesini, mungkin karena masih pagi juga kami kesini. Setelah selelesai makan, istirahat termasuk setting sepeda juga, kami melanjutkan perjalanan pulang. Track pulang kali berbeda, yaitu lewat hutan, biasanya kalo abis dari Rumah Hutan pulang tuh lewat Pancanegara atau Cidampit.
Ternyata track hutan yang di balik ini memang mempunyai sensasi yang berbeda, sempat nyasar karena belum terbiasa. Pak Yopie yang belum pernah lewat track ini merasa berat dan belum handal dengan track hutan. Saya yang terbiasa dengan track hutan ini pun merasa kesulitan, karena arahnya dibalik. Akan tetapi, Pak Mars dan Pak Supri malah senang melahap tracknya sampe-sampe ninggalin saya dan pak Yopi di belakang. Sekarang track hutannya mulai nampak rusak, karena dengar-dengar kemarin rombongan dari Polda ke Rumah Hutan, nampak terlihat di tanah beberapa jejak motor trail yang lewat, padahal ini
kan jalur sepeda, kenapa motor trail lewat sini? Nampaknya mereka menghiraukan kelestarian track hutan yang selama ini terjaga.
Pereng, sekitar pukul 12.30 alhamdulillah kami sampe di jalan raya. Pak Mars sudah menunggu di gardu, saya dan Pak Yopie sampe belakangan. Pak Supri yang bablas duluan pulang, setelah rehat sebentar kamin melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing. Track oroad yang berkontur turunan pun kami libas dengan cepat, bahkan dari cilowong sampe taktakan saya dan Pak Mars sedikit beraktrasi melepas kedua tangannya dari handlebar. Titik pisah kami di alun-alun, Pak Mars ke arah utara saya dan Pak Yopie ke arah timur. Sebelum pulang saya dan Pak Yopie berencana mau makan eskuwut dan nyuci sepeda, karena sepeda
kotor banget akibat track hutan yang berlumpur. Eh berhubung cuci stem di kidang terlewat akibat arus kendaran motor dan mobil yang padat, terpaksa es kuwut pun di cancel, cari cuci stem daerah cinanggung deh, dan alhamdulillah dapet juga. Sambil nunggu sepeda di cuci Pak Yopie ngajak makan batagor dulu, yasudah makan dulu, berhubung dirumah saya ga ada apa-apa dan siapa-siapa dan perut sayapun lapar, yowis makan dulu. Setelah makan dan sepeda telah dicuci kami pun pulang. Terimakasih yak Pak Yopie yang sudah bayar batagor dan cuci sepedanya, terimakasih banyak pak.
Alhamdulillah sampe rumah juga, terasa cape dan pegelnya semua badan, tapi terbayarlah dengan sensasi track hutan yang dibalik, hahaha. Oke saya tidur dulu, selamat beristirahat, sampe berjumpa di episode mendatang..
"Wah anak muda telat aja nih" sapa Pak Mars ketika saya sampe di umbul tengah. "Kempes pak ban belakangnya" jawab saya. Saya pun langsung menaruh sepeda saya, menyadari bahwa ada mertua juga disitu, langsung saja saya salam ke mertua sambil basa basi sedikit. Ternyata di umbul tengah sudah menunggu Pak Mars, Pak supri, Pak Yopi, Pak Imam dan Pak A'I dan goweser lain nya. kali ini goweser minggu mulai berkurang, tak apalah, yang penting bisa gowes bersama. Rute kali ini telah ditentukan ke Rumah Hutan tapi track nya dibalik, berangkatnya lewat bojong keluarnya pereng. Baiklah, let's go to Rumah Hutan.
Setelah semua siap kami pun berangkat ke Rumah Hutan, seperti biasa kita harus menanjak cilowong dulu dengan aroma bau sampah yang bisa menggangu konsentrasi dan jalan onroad dengan kontur menanjak.
Pada tanjakan cilowong ini saya terlebih dulu sampe dan kembali bertemu mertua saya di ujung tanjakan. Merasa ga enak hati kalo ga berhenti dulu, yawda saya putuskan untuk berhenti dulu, lalu menghampiri mertua saya yang sedang beristirahat bersama rombongannya. Sedikit basa-basi tentang kejadian kemarin yang katanya mertua saya jatuh dari sepeda di Kebun Karet. Setelah ngobrol-ngobrol saya pamit berangkat duluan dan berkumpul di warung bojong. setelah itu kami pun turun ke cidampit.
Jalan cidampit ini berkontur makadam dan menurun, menurun tentunya dari arah cilowong, coba kalo dari arah sayar, pasti nanjak. Jalan makadam cidampit ini enaknya dilalui dengan sepeda Fullsus (full suspension). Sampe di rumah yang merupakan jalan ke Rumah Hutan kami berpisah dengan Pak A'I dan Pak Imam karena mereka ada urusan. Tersisa Pak Mars, Pak Supri, Pak Yopie dan saya yang positif ke Rumah Hutan. Dari Jalan cidampit menuju Rumah Hutan, jalannya berupa track hutan yang sedikit menurun, tidak panjang, dilembah menyebrangi sungai kecil, dan menanjak setelah menyebrangi sungai kecil. Tidak jauh dari sungai sampelah di Rumah Hutan.
Suara burung bernyanyi dengan kaloborasi suara radio yang volume nya keras terngiang ditelinga kami. Hamparan rumput hijau yang luas yang di atasnya berdiri gubuk-gubuk bertingkat dan ditemani beberapa pohon duren yang tinggi-tinggi. Udara yang sejuk dan lingkungan yang tetap terjaga asri. Wow, sungguh design yang menggambarkan, kalau ini itu adalah Rumah Hutan. Letak geografisnya sih kurang tau, tapi Rumah Hutan ini terletak di kampung Cidampit. Di Rumah Hutan ini terdapat warung yang biasa menjaga Rumah Hutan ini. Langsung saja kami pesan mie dan teh manis hangat nya untuk menggantikan tenaga kami yang terkuras. Sambil istirahat ngobrol-ngobrol kami menyantap mie yang sudah dibuat. Rumah Hutan kali ini tampak sepi, biasanya banyak goweser yang berkunjung kesini, mungkin karena masih pagi juga kami kesini. Setelah selelesai makan, istirahat termasuk setting sepeda juga, kami melanjutkan perjalanan pulang. Track pulang kali berbeda, yaitu lewat hutan, biasanya kalo abis dari Rumah Hutan pulang tuh lewat Pancanegara atau Cidampit.
Ternyata track hutan yang di balik ini memang mempunyai sensasi yang berbeda, sempat nyasar karena belum terbiasa. Pak Yopie yang belum pernah lewat track ini merasa berat dan belum handal dengan track hutan. Saya yang terbiasa dengan track hutan ini pun merasa kesulitan, karena arahnya dibalik. Akan tetapi, Pak Mars dan Pak Supri malah senang melahap tracknya sampe-sampe ninggalin saya dan pak Yopi di belakang. Sekarang track hutannya mulai nampak rusak, karena dengar-dengar kemarin rombongan dari Polda ke Rumah Hutan, nampak terlihat di tanah beberapa jejak motor trail yang lewat, padahal ini
kan jalur sepeda, kenapa motor trail lewat sini? Nampaknya mereka menghiraukan kelestarian track hutan yang selama ini terjaga.
Pereng, sekitar pukul 12.30 alhamdulillah kami sampe di jalan raya. Pak Mars sudah menunggu di gardu, saya dan Pak Yopie sampe belakangan. Pak Supri yang bablas duluan pulang, setelah rehat sebentar kamin melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing. Track oroad yang berkontur turunan pun kami libas dengan cepat, bahkan dari cilowong sampe taktakan saya dan Pak Mars sedikit beraktrasi melepas kedua tangannya dari handlebar. Titik pisah kami di alun-alun, Pak Mars ke arah utara saya dan Pak Yopie ke arah timur. Sebelum pulang saya dan Pak Yopie berencana mau makan eskuwut dan nyuci sepeda, karena sepeda
kotor banget akibat track hutan yang berlumpur. Eh berhubung cuci stem di kidang terlewat akibat arus kendaran motor dan mobil yang padat, terpaksa es kuwut pun di cancel, cari cuci stem daerah cinanggung deh, dan alhamdulillah dapet juga. Sambil nunggu sepeda di cuci Pak Yopie ngajak makan batagor dulu, yasudah makan dulu, berhubung dirumah saya ga ada apa-apa dan siapa-siapa dan perut sayapun lapar, yowis makan dulu. Setelah makan dan sepeda telah dicuci kami pun pulang. Terimakasih yak Pak Yopie yang sudah bayar batagor dan cuci sepedanya, terimakasih banyak pak.
Alhamdulillah sampe rumah juga, terasa cape dan pegelnya semua badan, tapi terbayarlah dengan sensasi track hutan yang dibalik, hahaha. Oke saya tidur dulu, selamat beristirahat, sampe berjumpa di episode mendatang..
4 komentar:
sama-sama don Vito. Trimaksih telah meliput perjalanan kali ini.
sama-sama pak... :D
asalamualikum, slam sejahtera selamat bergabung . untuk menjalin silaturahmi....
yap,saling sharing aja oke.....
Posting Komentar