Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang begitu terang di ufuk timur, semangat untuk beraktivitas pun tak luput di pagi yang cerah ini. Hari ini, hari Sabtu, 16 April 2011, merupakan jadwal gowes kali ini. Jam 6.30 saya berangkat dari rumah menuju titik kumpul Halaman KPP. Sebelum ke tikum (titik kumpul) saya melihat Pak A’I, Pak Yopie dan Om Iyan sedang sarapan di kupat sayur, langsung aja saya ikut nimbrung untuk sarapan juga. Terimakasih untuk Pak A’I yang sudah membayarkan sarapannya. Setelah sarapan kami menuju tikum, di Halaman KPP sudah menunggu Pak Mars, Pak Danar dengan jersey kuning baru nya, Pak Imam dan Kang Ola yang baru saja datang. Wah tampaknya goweser sabtu mulai berkurang, dan wajah-wajahnya pun itu itu saja yang gowes, tidak ada pertambahan dalam komunitas kami. Apakah komunitas kami extreme dalam bersepeda? Padahalkan sebenarnya kami bersepeda sewajarnya dan tidak terlalu extreme, hahah. Tapi yang jelas harus ada semacam open recruitment, karena di Serang ini sudah banyak yang bersepeda tentunya MTB bukan fixie, tapi mereka hanya terlihat begitu saja, tidak tau kemana arah tujuan mereka menggowes. Kembali ke Halaman KPP, dapat kabar dari Pak Imam kalo Pak Hepy katanya mau ikut gowes dan sedang dalam perjalanan menuju KPP. Setalah Pak Hepy datang, tepat pukul 7.30, kami langsung berangkat dengan tujuan tanjakan 45 Sayar. Sepertinya waktu keberangkatan gowes mulai semakin molor dari biasanya. Di perempatan Sumurpecung kami bertemu Pak Dodo Cozmic, dan terkumpul lah 10 goweser yang siap menuju tanjakan 45, ada Pak Mars, Pak Danar, Pak Imam, Pak A’i, Pak Yopie, Om Iyan, Kang Ola, Pak Hepy, Pak Dodo cozmic, dan saya Vito.
Track menuju tanjakan 45 kali ini tidak lagi lewat cikulur yang konturnya onroad, tetapi kami lewat Sepang, lalu sebelum SD Sepang kami berbelok kekanan dengan kontur jalan nya makadam kecil. Sampai di pertigaan Madrasah Nurul Almi (kalo ga salah) belok kanan, nah setelah belok kanan tadi kami akan bertemu jalan hutan yang konturnya makadam, sangat disayangkan sekali track hutan ini dengan kontur makadam, coba aja konturnya tanah, mungkin lebih seru lagi nih. Track hutan ini agak sedikit menanjak dengan ujung nya tepat di desa pas tanjakan 45. Apabila kita lewat jalan cikulur maka kita akan melihat sawah-sawah yang membentang luas dengan background bukit-bukit di sebelah kiri kita, nah disitulah ujung track hutan sayar. Tidak lupa untuk berpose sejenak dengan pemandangan yang indah ini. Setelah itu kami langsung berhadapan dengan tanjakan 45, shifter pun langsung kami mainkan, badan pun mulai kami bungkukan kedepan, semuanya itu untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menanjak, dan tidak lupa pula ayunan kaki harus tetap stabil, jangan terlalu memaksakan dan jangan terlalu bergerak cepat. Sesampainya di puncak tanjakan 45 kami rehat sebentar sambil menunggu yang dibelakang. Sambil ngobrol-ngobrol, kami memperbincangkan selanjutnya ke arah mana, kekiri dalung apa kekanan cilowon, dan banyak goweser yang ingin ke Rumah Hutan via bojong. Setelah semuanya setuju dan yang rombongan belakang pun sampe, kami berangkat menuju Rumah Hutan.
Setelah sampai di kampung bojong, kami pun diberi jalan alternatif lain untuk menuju Rumah Hutan, apabila jalan sebelumnya itu kami harus menyebrangi sungai kecil yang tidak ada jembatannya, nah kali ini kami lewat jalan lain yang ada jembatannya. Tracknya lumayan panjang dengan kontur tanah dan menurun, tetapi setelah jembatan langsung menanjak sedikit. Ternyata track ini berujung di Rumah Hutan arah ke Pancanegara tepatnya di kebun singkong sebelah Rumah Hutan. Sesampainya di Rumah Hutan, ternyata banyak goweser yang sedang rehat, rata-rata mereka dari bojong juga, tidak lewat pereng. Langsung saja kami ambil posisi untuk rehat dan pesan teh manis hangat. Sambil rehat kami mengobrol-ngobrol lagi sejenak mengulas tentang pengalaman-pengalam gowes yang selama ini menjadi kenangan indah dan kenangan pribadi, semuanya itu dalam penuh canda tawa.
Teh manis hangat pun sudah kami habiskan pengganti energi yang terkuras setelah perjalanan tadi. Kami pun bersiap-siap untuk perjalanan pulang. Track pun kami tentukan lewat cidampit lalu keluar cilowong. Berbeda pada edisi sebelumnya (Rumah Hutan Edisi Sekian) kami pulang lewat track hutan yang dibalik lalu keluar Pereng. Tapi kali ini kita lewat cidampit, karena waktu yang sudah siang. Tak asing lagi dengan kontur track cidampit arah ke cilowong, yaitu menanjak dan makadam kecil.
Sampai di ujung tanjakan yaitu Jalan Raya Gunung Sari, kami rehat sebentar di warung sambil menunggu rombongan belakang. Sambil menunggu rombongan belakang Pak Dodo cozmic pun harus memperbaiki FD sepedanya yang rusak. Setelah ditelusuri ternyata kabel FD nya putus, sehingga Pak Mars pun mengganjel FD nya dengan Batu, karena Pak Mars sudah pengalaman dalam ganjel-mengganjel sesuatu, hahah (ganjel FD maksudnya). Rombongan belakang pun sampai, begitu juga dengan sepeda Pak Dodo cozmic yang sudah diperbaiki, lalu kami pun melanjutkan perjalanan pulang kami. Melalui track onroad Jalan Raya Taktakan kami pun memacu sepeda kami sekencang mungkin, karena konturnya menurun terus sampai Taktakan. Titik pisah kami pun di Brimob. Saya, Pak Yopie, Pak A’I dan Pak Heppy tetap beriringan sampai Kebon Jahe dan kami pun berpisah disini. Saya dan Pak Yopie mampir dulu ke Es Kuwut, memang paling enak seusai gowes dan ditemani terik panas matahari menikmati asam manis Es Kuwut. Sayang sekali Indra tidak bisa menikmati kebersaman minum Es Kuwut ini sama Pak Yopie dan Saya karena dia sedang Pendidikan di luar kota. Setelah menikmati Es Kuwut kami pun pulang, terimakasih Pak Yopie buat Es Kuwutnya. Alhamdulillah sampai rumah tidak terlalu sore. Biasanya gowes sabtu bisa sampe sore bahkan malam, itu membuktikan bahwa stamina gowes SXC2 bertambah dan ditambah track di wilayah Serang sudah habis kali yaa.. hehe. Apapun itu kami tetap SXC2 yang penuh canda tawa dan kebersamaan gowes yang erat.
1 komentar:
hahahahhaha dan besok jumat kita lanujut ke BADUYYYY
Posting Komentar