Cappuccino

Cappuccino adalah minuman khas Italia yang dibuat dari espresso dan susu. Cappuccino mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu para barista dapat menciptakan seni latte pada microfoam, menciptakan desain-desain tertentu seperti apel, hati, daun, dan rangkaian.

Tari Legong dari Bali

Legong merupakan sekelompok tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh.

Rawa Danau dengan segala keindahannya

Rawa Danau adalah Kawasan hutan seluas 2.500 ha yang ditetapkan sebagai Cagar Alam. Rawa Danau merupakan rawa yang terluas di Pulau Jawa dengan segala keindahan alam yang masih terjaga.

SXC2 (Serang XC Community)

Serang XC Community adalah komunitas sepeda gunung yang berada di Serang-Banten. Komunitas ini berdiri dengan tujuan silaturahmi sesama goweser dan mendukung juga gerakan go green.

Gabson Family

Gabson Family adalah sekumpulan manusia yang mempunyai banyak kekurangan dan berusaha menutupi kekurangan itu satu sama lain. Dari kekurangan itulah kami menjadi sebuah keluarga.

Senin, 05 November 2012

TRIP BALI PART 1


Tanggal 5 November 2012, dimana hari itu mahasiswa dari jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa akan melakukan Field Trip atau lebih tepatnya sih berwisata. Karena tujuan nya yaitu Pulau Bali atau yang biasa disebut dengan Pulau Dewata. mahasiswa yang mengikuti Field Trip ini sekitar 150 orang. Ini adalah kedua kali nya saya ikut perjalanan ke Bali ini setelah 2 tahun yang lalu. Travel yang di gunakan tetap masih Indie Tour dari Purwokerto, yang notaben nya masih di percaya oleh pihak kampus untuk melakukan perjalanan ke Bali lagi. Biaya per-orang nya pun terbilang cukup murah, yaitu sekitar Rp. 1.***.000,-. Dengan biaya yang murah tersebut, perjalanan kami dilakukan melalui  jalur darat dengan menggunakan Bis. Ya, Bis Cepat, sampe-sampe Bis cepat ini punya ikatan organisasinya loh. Perjalanan pun memakan 2 hari menuju Bali, dengan total perjalanan selama 8 hari sampai balik lagi ke Serang.

Singkat cerita perjalanan, karena memang perjalanan nya tidak ada yang menarik dan sangat membosankan. Karena kita di bis kerjaanya duduk, makan, duduk, pom bensin dan seterusnya hingga kita naik kapal laut di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Tapi perjalanan kali ini ada kejadian yang cukup meresahkan para keluarga mahasiswa yang ikut Field Trip ini. Karena mahasiswa yang pake BB a.k.a. Blackberry mendapat broadcast messege  dari kontak nya yang berisi tentang kecelakaan mahasiswa Untirta di jalan pantura dan 48 orang meninggal. Kita dapat kabar ini tuh ketika kita baru keluar Tol Cileunyi dan sedang melakukan sholat magrib dan makan malam di Rumah Makan. Sontak serentak seluruh mahasiswa mendapat telpon dari keluarga nya dan membantah issue tersebut. Tentunya saja kita bantah, karena kita tidak lewat pantura dan kita posisi sedang sholat dan makan. Bahkan katanya kabar ini sampe ke luar kota Serang dan pihak media massa juga meminta konfirmasi ke Pak Kandung – selaku penanggung jawab kegiatan, terkait issue yang beredar tersebut. Sungguh hal konyol yang dilakukan oleh seorang mahasiswa, mereka tidak tau cara bagaimana menggunakan smartphone yang baik, smartphone seperti Blackberry itu bukan tempat sarana untuk menyebarkan issue-issue yang belum pasti kebenarannya. Ya mungkin itu lah salah satu dampak negatif dari penggunaan Blackberry jika ditangan orang yang salah. Apalagi sekarang hampir seluruh orang Indonesia menggunakan Blackberry, dari kalangan anak-anak hingga kalangan yang tua-tua. Jadi pergunakanlah smartphone yang ada punya sekarang sebaik mungkin jangan karena untuk mengikuti trend.

Sampai di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar jam 12.45 WIB tanggal 7 November 2012. Pelabuhan Ketapang ini merupakan pelabuhan penyebrangan dari pulau Jawa ke pulau Bali yang ada setiap jam nya. Untuk masalah tarif saya kurang tau, tapi terakhir dengar katanya tarif penyebrangan ini sekitar Rp. 35.000,- . Sekitar jam 01.15 WIB kami mulai menaiki kapal feri ini, dan tidak lama pula setelah loading muatan orang dan mobil kapal pun mulai berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Perjalanan laut ini hanya memakan waktu 45 menit untuk sampai di Gilimanuk. Tapi cukup banyak juga dari teman-teman mahasiswa yang merasakan pusing (mabok laut), mungkin karena baru pertama kali melakukan perjalanan laut ini, dan ditambah angin laut yang cukup kencang.


Om, Swastiastu. Kita sampai di pulau Bali tepatnya di Pelabuhan Gilimanuk sekitar jam 3.15 WITA, karena waktu di Bali lebih cepat 1 jam dari Jakarta. Setalah sampai kita langsung menaiki Bis dan mulai berangkat menuju Rumah Makan untuk melakukan sholat subuh, mandi dan sarapan. Ya, selama perjalanan ke Bali kami selalu mandi nya di Rumah Makan. Kami pun disambut hujan ketika sampai di pulau Bali, sebuah berkah bagi kami. Setelah sarapan yang lagi-lagi kurang enak kami pun berangkat menuju Kantor Bupati Jembrana untuk melakukan study yang merupakan inti dari Field Trip ini. Sampai di Kantor Jembrana kita langsung mamasuki ruang aula untuk mendengarkan pemaparan tentang kinerja serta birokrasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Jembrana. tidak berbeda jauh dengan waktu pertama kami datang kesini. Hanya saja yang berbeda adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jembrana yang baru ini lebih memprioritaskan pada segi perbaikan birokrasi maupun pembangunan. Setelah pemamparan materi serta sesi tanya jawab dan acara usai kami foto-foto sejenak di halaman kantor Bupati. Memang sangat bagus tata halaman kantor-kantor di dalam lingkungan Pemkab Jembrana ini. Sehingga mungkin membuat sebagian mahasiswa tertarik untuk berfoto. Cheeessseeee......

Setelah mengunjungi Kantor Bupati Jembrana, kami langsung menuju Rumah Makan yang tidak begitu jauh dari kantor Pemkab Jembrana lalu dilanjutkan menuju Tanah Lot yang merupakan perjalanan awal wisata di Bali. Awal perjalanan wisata kita kali ini ditemani seorang tour guide asli Bali yang bernama Bli Sukre. Nah bli Sukre ini lah yang menemani kita di Bis 1 selama berwisata di Bali. Sepanjang perjalanan ke Tanah Lot, bli Sukre memperkenalkan diri dan sambil bercerita. Saya pun sampai terlelap, karena perjalanan ke Tanah Lot ini cukup jauh, kira-kira memakan waktu perjalanan selama 2 jam. Sesampainya di  parkiran Tanah Lot kami langsung menuju Pure Tanah Lot nya. Foto-foto adalah momen yang tidak bisa dihindarkan di tempat ini. Tapi bagi saya ini merupakan ke 3 kali saya kesini, dan udah bukan hal yang asing lagi. Jadi posisi saya membidik foto untuk teman-teman saja. Setelah foto-foto di depan pure Tanah Lot nya, langsung saya ajak teman-teman (Ruby,Rizkar,Adit,Ade,Tyar dan Nita) ke atas yang dimana kita ngeliat pure Tanah Lot dari atas sambil menunggu sunset. Sampai di atas kita pesan kelapa sambil menikmati pemandangan Tanah Lot yang begitu indah menawan. Sayang sekali kami disini tidak sempat menikmati sunset, yang dimana kita melihat dibawah sana dan ternyata teman-teman mahasiswa yang lain sudah tidak ada. Alhasil kami pun telat ke Bis, karena saking enaknya ngobrol sambil nyeruput kelapa menunggu sunset datang.

Setelah dari Tanah Lot kami menuju Hotel Ma*e yang katanya bintang 3 yang terletak di Jalan Sempidi dan tepat berada di depan Pemkab Badung. Tapi sesampainya di hotel Ma*e, kami pun langsung ke kamar, dan melihat fasilitas dikamar tidak sesuai dengan bintang 3. Fasilitas bintang 3 nya mungkin mengandalkan kolam renang saja. Kami pun menghiraukan itu semua dan langsung prepare mengunjungi Kute dan Legian di malam hari. Karena tidak ada angkutan umum, kami terpaksa menaiki taksi gelap (dengan mobilnya seperti avanza,apv dll). Tapi itupun setelah melewati panjangnya negosiasi harga dengan si supir nya. Taksi yang kami naiki mobilnya apv, kamipun berangkat menuju kute sekitar pukul 22.00 WITA dengan pasukan sekitar 8 orang yaitu (saya,Adit,Ade,Rizkar,Ruby,tyar,Nita dan Yenita).  Supir taksi kami ini namanya bli Rizal, sungguh koplak kelakukan nya, nanya apa jawab nya ga nyambung, dan dia juga kurang banyak tau tentang Bali, mungkin dia sedang dalam pengaruh alkohol. Tapi alhamdulillah kami di antar tepat di depan hotel Hard Rock Kute Bali, kami pun langsung turun dan mulai berjalan-jalan di sekitar Kute hingga Legian sambil foto-foto. Yang biasa tempat andalan foto yaitu di Hard Rock, Welcome to Pantai Kute, dan monumen Bom Bali. Sesampainya di monumen bom bali, kami disini santai sambil melihat bule-bule yang sedang lalu lalang, sebagian kecil dari mereka sudah menjadi bule gila, dari yang koprol-koprol dijalan sampe ada yang berpakaian ketat spiderman. Kami pun dibuat tertawa oleh gelagat si bule spiderman ini, karena dia meniru gaya spiderman mengeluarkan jaringnya tepat kepada kami yang sedang berdiri sambil senyum melihatnya, Hahah...

Sampai pukul kurang lebih 02.00 WITA kami berada di Legian ini, dari yang nanyain harga table sampe mau masuk ke bar-bar tapi ga jadi karena budgetnya minim, hehe. Akhirnya kami memutuskan next time aja mungkin untuk ikut bergoyang di bar bareng bule-bule. Kami pun pulang menyusuri jalan Legian hingga jalan Poppies Lane 1 menuju Kute yang dimana kita sudah janjian sama si Bli Rizal untuk mengantarkan kami pulang ke hotel. Sebelum pulang ke hotel kami beli KFC dulu untuk makan kami, karena kami tau pasti nanti pagi sarapan nya kurang enak, jadi kami antisipasi dahulu. Sesampainya di hotel kami langsung makan dan istirahat untuk aktifitas wisata esok hari nya.
Tanggal 8 November 2012 pukul 08.00  WITA, kami sekamar saya,Adit,Ruby dan Rizkar bangun kesiangan. Yang dimana jadwal kita berangkat dari hotel itu pukul 7.30 WITA. Ternyata teman-teman dikamar sebelah pun sama telat juga, mungkin karena aktivitas jalan-jalan semalam.  Kami pun langsung mandi tanpa sarapan mmasuk ke Bis 1, dan lagi-lagi Bis 1 terlambat lagi dari Bis 2 & 3. Maklum saja, isinya Bis 1 senior semua jadi wajar sering telat aja karena sudah biasa telat, heheh. Tujuan pertama kita pagi ini adalah mengunjungi Sangeh, dimana disana itu terdapat pure di Hutan Lindung yang umurnya mungkin puluhan sampe ratusan tahun. Karena hutan lindung, maka masih terdapat monyet-monyet. Monyet tersebut banyak yang sudah jinak, mungkin karena wisatawan sering kesini, tapi ada juga yang agresif jika melakukan hal-hal yang aneh kepada monyet tersebut. Mungkin wisata ke Sangeh ini menggantikan wisata ke Uluwatu, padahal Uluwatu lebih bagus dari Sangeh. Setelah mengunjungi Sangeh, kita menuju ke Kacang Bali, dimana disini kami akan makan siang sambil belanja oleh-oleh. Kacang Bali menjadi tempat andalan dari travel Indie Tour, karena tahun kemarin pun kami diarahkan belanja nya disini. Setalah makan siang kami langsung menuju kantor Walikota Denpasar, ini merupakan agenda inti yang kedua setelah sebelumnya mengunjungi Pemkab Jembrana. Sesampainya di Kantor Walikota Denpasar ini, kami langsung di antarkan menuju ruang aula untuk mendengarkan pemaparan tentang pelayanan publik di Denpasar. Setelah mendengarkan pemaparan dan sesi tanya jawab acara pun ditutup. Kita pun langsung menuju bis yang di parkir cukup jauh dari kantor dan tujuan kami berikutnya adalah Pantai Kute.
Sesampainya di Central Parking yang dimana ditempat ini Bis-bis pariwisata di parkir, karena tidak boleh memasuki wilayah kute, dan sebagai penggantinya kami pun harus naik Komotra, Komotra ini semacam angkutan umum khusus wisatawan yang akan ke Kute. Komotra ini pembayarannya menggunakan karcis seharga Rp. 3.000,- untuk berangkat, dan pulang juga sama menggunakan karcis dengan harga yang sama. Biasanya Komotra ini berisi hingga 20 orang, jika sudah mencukupi kuota baru Komotra ini berangkat menuju Kute, jika belum, maka menunggu dahulu hingga kuota nya mencukupi. Kuota Komotra saya pun akhirnya sudah mencukupi, dan Komotra ini pun berangkat menuju Pantai Kute. Sebenarnya saya sudah mengunjungi nya barusan kemarin malem, tapi tak apalah, karena tunjuan kali ini melihat sunset di pantai Kute. Sesampainya di Pantai Kute, kami (saya, Adit, Ade, Ruby, Rizkar, Gober, Tiyar & Nita) mencari market dulu untuk beli makanan dan minuman, karena pasti di sepanjang pantai mahal-mahal harga nya. Makanan dan minuman sudah dibeli, kami memasuki pantai Kute dan langsung cari tempat yang enak buat duduk sambil menikmati suasana pantai walaupun panas matahari sangat menyengat waktu itu. Posisi sudah ketemu, kami langsung menyewa tiker untuk duduk. Baru duduk-duduk sebentar, udah ada ibu-ibu yang nawarin pijit, berhubung badan saya pegel-pegel dan saya kesini berpakaian celana panjang dan pake sepatu yang dimana ke kalo ke pantai itu tidak enak dilihat, ya saya putuskan untuk dipijit, tapi setelah negosiasi harga samapi Rp.40.000,-. Rizkar dan tyar pun ikut di pijit, tak apalah yang penting kita sekarang lagi di pantai Kute, nikmatin aja apa yang biasa orang-orang lakukan disini, karena dengan begitu kita akan tau bagaimana rasanya menikmati pantai Kute.
Pantai Kute ini memang sangat indah, garis pantai yang membentang sangat panjang hampir membentuk setengah lingkaran di selimuti pasir putih yang lembut dan katanya mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh manusia ketika berjemur di atasnya. Ketika kita memandang lautan, tampak ujung laut itu tepat berada sejajar dengan mata kita, dan ketika sunset tepat berada di garis lurus dengan pandangan mata kita. Sungguh keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang membuat orang-orang pasti akan kembali lagi kesini untuk menikmati nya. Sering sekali pantai Kute ini dipakai upacara adat orang bali, jadi jangan heran jika melihat orang-orang yang berpakaian adat datang kesini, sungguh hebat orang Bali dalam menjaga tradisi budaya nya. Selain upacara adat, biasanya pantai Kute dipakai syuting film sinetron atau FTV karena keindahannya dan mungkin orang kira bukan di Indonesia karena banyak sekali bule-bule yang sedang berjemur maupun lalu lalang.

Matahari pun perlahan mulai turun, langit terang berubah menjadi kuning kemudian berubah menjadi oranye begitulah sekiranya sunset di yang kami lihat di pantai Kute. Karena waktu kami tidak banyak, maka kami langsung jalan ke depan Hard Rock untuk menunggu Komotra yang akan mengantarkan kami ke Bis di central parking. Setelah kami samapi di Bis, langsung kita berangkat menuju toko oleh-oleh Dewata untuk makan malam sekaligus yang mau belanja. Setelah makan malam di Dewata kita kembali ke hotel dan acara bebas. Sekitar pukul 20.30 WITA kita sesampai di hotel, seperti biasa kami bercengkrama hingga larut malam, dan seperti biasa ketika tengah malam kita pesen KFC lewat delivery, karena menggantikan sarapan pagi esok yang menurut kami kurang begitu enak. Setelah KFC datang dan menyantapnya kami pun dapat tertidur pulas...zZzz....

Rabu, 03 Oktober 2012

Logo Fisip Untirta Baru

Logo Fisip Untirta Baru
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sedikit mau membantu teman-teman yang kesulitan mencari logo Fisip Untirta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang merupakan logo terbaru setelah Fisip Untirta Kementerian Pendidikan Nasional. Sebelumnya saya sangat terkejut ketika seorang dosen yang katanya mau mengkeritik tentang makalah teman-teman saya. Saya kira beliau mau mengkeritik hasil pemaparan presentasi makalah tersebut, eh ternyata eh malah keritik masalah logo universitas yang tertera di cover makalah. /swt dah tuh dosen. Nah, olehkarena itu, bagi teman-teman yang sedang mencari logo Fisip Untirta yang Baru silahkan bisa download di link di bawah postingan ini. Ada dua Logo loh, yang warna dan hitam putih.
Sekian.

Wassalamualikum Wr. Wb.



Senin, 19 September 2011

SXC2 Gowes ke Tanjung Lesung

Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo goweser, Long Time No See sejak Night Riding di bulan puasa kemarin. Bagaimana kabar goweser semuanya? Semoga baik-baik saja dan selalu di berikan kesehatan oleh Allah SWT dan semoga juga masih pada inget cara gowes yang benar, heheh. Sabtu 10 September 2011, jadwal yang sudah tertera di halaman Facebook, yang dibuat oleh Pak Supri Yadi yang berisi “Event Gowes Perdana Lebaran, ke Tanjung Lesung”. Seluruh anggota SXC2 dan orang lain pun di Invite oleh Pak Supri, dan ternyata hasilnya hanya 13 orang yang Attending (ikut serta), dan itu pun  hanya 7 orang SXC2, sisanya ibu-ibu & bapak-bapak yang saya tidak kenal,hahah. Ternyata hasilnya yang berkumpul di Alun-alun ada Kang Ola, Pak Supri, Pak Dodo Cozmic, Rinto (goweser dari Cilegon, temennya Akbar), Pak Yopi, Pak Even, Pak Kusnanto, Pak Roni, Pak Darno (datang dengan menggunkan mobilnya), Pak Dida, Pak Maul, Teh Rina dan Saya. Pak Dida, Pak Maul dan Teh Rina tidak ikut gowes ke Tanjung Lesung, katanya mereka mau gowes ke Pulau Burung saja. Jadi Pada Hari itu SXC2 terbagi menjadi 2 kubu gowes. Karena lama menunggu Pak Didit yang tak kunjung datang, diputuskan untuk menunggu di simpang lima ciracas. Pukul 7 lewat kami mulai berangkat setelah berdoa dan di lepas oleh Pak Dida.
Sampai di simpang lima Ciracas, akhirnya Pak Didit datang juga. Perjalanan kami di lanjutkan melintasi Jalan Lingkar Selatan dan di teruskan ke Jalan Sayabulu hingga Karundang. Di Karundang kami berpisah dengan Pak Even, yang dikarenakan siangnya ada acara keluarga. Kami lanjutkan perjalanan melintasi Jalan Bongla, Karundang lalu keluar di Jalan Palka, Pabuaran. Perjalanan mulai terasa berat ketika kami melintasi Jalan Palka ini, karena kontur jalan yang sedikit demi sedikit mulai menanjak hingga pasar ciomas, ditambah mobil-mobil truk pengangkut pasir yang cukup banyak sehingga debu dan polusinya mengganggu pernapasan kami. Tanjakan landai panjang ini cukup menguras tenaga kami, sehingga seperti biasa terjadi seleksi alam.
Pit Stop pertama kami adalah warung di depan SMPN 1 Pabuaran. Kami rehat sejenak dengan sajian teh manis hangat untuk menggantikan tenaga yang terkuras saat menanjak tadi. Disini kami dapat kabar dari Pak Didit, bahwa Pak Yopie tidak bisa mengikuti perjalanan ke Tanjung Lesung, dikarnakan RD & FD nya bermasalah. Berkulanglah 1 goweser perjalanan menuju Tanjung Lesung. Jadi yang Berangkat ke Tanjung Lesung ada 8 orang, yaitu Pak Supri, Kang Ola, Pak Dodo Cozmic, Pak  Kusnanto, Pak Didit, Pak Roni,  Rinto dan Saya. Yang saya heran adalah Pak Didit, sebelumnya Pak Didit bilang katanya beliau sama Pak Roni hanya ikut gowes setengah perjalanan saja, akan tetapi malah ikut gowes sampai Tanjung Lesung nya. Luar biasa untuk Pak Didit dan Pak Roni, gowesnya semakin hebat, bahkan yang buat Undangan Gowes Ke Tanjung Lesung nya saja selalu di belakang, heheh.
Setelah kurang lebih 30 menit rehat, kami harus melanjutkan perjalanan, dan tentunya kami masih harus menanjak melewati Pasar Ciomas yang sangat padat dan sempat terjadi kemacetan.  Padahal pihak pemerintah sudah menyediakan lahan untuk pasar tersebut, agar tidak padat dan tidak terlihat kumuh, dikarnakan pasar tersebut dekat dengan SMAN  1 Ciomas dan tata letak pasar nya juga acak-acakan dikanan kiri jalan. Setelah melewati Pasar Ciomas, kami tetap berada di Jalan Ciomas arah Mandalawangi. Kontur jalan disini mulai naik turun, jalanan nya pun rusak berlubang dan berdebu. Bahkan  beberapa orang warga terlihat sedang menimbun jalan  yang berlubang dengan tanah. Nah itulah yang menyebabkan jalanan nya berdebu. Karena kami tidak begitu tahan dengan keadaan seperti itu maka kami putuskan untuk rehat sejenak sambil menunggu Pak Supri dan Pak Kusnanto. Kami  rehat di desa Ujung Tebu, tempat yang kami singgahi adalah warung sederhana dipinggir jalan yang menjual aneka makanan khas desa (buras, pisang goreng dll) dengan harga Rp. 1000 dapet 3, ternyata masih ada ya yang jual dengan harga semurah itu. Langsung saja saya mengambil sebanyak mungkin, untuk mengisi kekosongan perut saya. Pak Supri dan Pak Kusnanto pun datang, kata Pak Supri Hub nya sedikit bermasalah, jadi agak berat gowesnya. Ketika kami sedang berbincang-bincang, Ternyata oh ternyata disebelah warung yang kami singgahi terdapat warung gado-gado yang dimana disebelah ibu penjual gado-gado itu duduklah seorang perempuan cantik umuran ±20 tahunan.  Cantiknya alami, putih, dan tampak terlihat malu-malu ketika salah satu dari kami mencoba memfotonya. Langsung saja perempuan itu menjadi topik pembicaraan kami secara diam-diam. Disini Kang Ola langsung memainkan perannya, entah itu mau nanya arah tujuan atau pura-pura mau beli gado-gado,hahaha. Sayang sekali waktu rehat kami disini tidak lama, karena perjalanan kami masih panjang. Mungkin kapan-kapan bisa kembali lagi kesini, tentunya bukan karena teteh nya, tapi karena buras yang harganya Rp.1000 dapet 3,heheh.

Tidak jauh dari tempat kami rehat tepatnya di Kampung Peuteuy, kami melihat pemandangan indah dengan background Gunung Bali, akan tetapi lahan luas yang menjadi tempat pemandangan ini adalah pemakaman warga sekitar. Tak apalah untuk sekadar berfoto sejenak, semoga aja tidak ada yang miluu (ngikut) deh di fotonya,hihihi. Setelah berfoto, kami melanjutkan perjalanan. Kontur jalan kembali sedikit menanjak dan jalanan masih rusak. Ketika mulai memasuki daerah Mandalawangi turunan landai menyapa kami, jalanan pun tampak bagus dan sebagian sudah mulai di lapisi aspal baru. Saking enaknya turun, kami pun tidak menengok rombongan belakang. Diputuskan untuk menunggu yang dibelakang sambil foto-foto lagi dengan background Gunung Pulosari. Pak Didit dan Pak Roni pun datang dan katanya sudah menunggu lama Pak Supri dan Pak Kusnanto di belakang, tapi tak muncul juga. Karena hari semakin siang, maka kami putuskan untuk menunggu di pertigaan Mandalawangi yang tidak jauh lagi. Akan tetapi ketika kami sampai di pertigaan Mandalawangi, Pak Supri dan Pak Kusnanto tak kunjung datang, sudah di telpon dan SMS pun tak ada respon. Yasudah kami putuskan mencari masjid untuk sholat dzuhur dan sambil menunggunya. Panas terik dan udara yang sejuk kini menemani kami, pemandangan pun tampak indah dan tenang. Bagaimana tidak indah dan tenang, lihat saja dikelilingnya, didepan belakang dan kanan kiri terdapat gunung-gunung, padi hijau menghampar luas dikanan kiri jalan.  Memang salah satu tempat yang cocok untuk hari tua. Akhirnya kami menemukan masjid juga, karena masjidnya agak menjorok dari jalan, maka saya menunggu Pak Supri dan Pak Kusnanto di warung pinggir jalan sebelah masjid, takut beliau nya kebablasan dan tidak melihat.

Setelah menunggu lama, akhirnya Pak Supri dan Pak Kusnanto datang juga, dan ternyata mereka tadi makan mie dulu di warung. Pantas saja tadi Pak Didit dan Pak Roni nungguin ga nongol-ngongol. Masjid ini terletak di Jalan Mandalawangi, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Di samping masjid ini sedang dibuat semacam tempat belajar-mengajar warga (semacam sekolah), yang katanya pembangunan itu atas inisiatif pemuda Desa Cilentung. Mereka sangat membutuhkan bantuan dana, karena dana nya kurang mencukupi. Jadi apabila ada kerabat yang ingin berinvestasi amal, silahkan bisa sumbangkan ketempat tersebut. Setelah sholat dzuhur dan foto-foto, kami melanjutkan perjalanan. Kira-kira tidak jauh dari Masjid tadi, kami langsung saja di kagetkan dengan turunan yang sangat terjal. Walaupun jalan aspal halus, tetap saja turunan ini sangat mengerikan dan sangat memacu adrenalin. Yang kami takutkan adalah takut ada orang atau kambing lewat begitu saja. Pasti bakalan ngerem mendadak terus ngesot dan jatuh atau ngejungkel terus ngeguling-guling, sangat tidak kami harapkan. Alhamdulillah teman-teman SXC2 sangat bisa mengendalikan sepedanya, turunan terjal yang panjangnya ±7 Kilometer bisa kami kendalikan, dan itu sangat memacu adrenalin kami. Turunan panjang ini memacu sepeda kami hingga 77 Km/jam. Bayangkan saja turunan sepanjang ±7 Kilometer bro. Kalau udah turunan seperti ini tuh kaya nya sepedaan tuh sangat menyenangkaaaaan sekali. Terbukti pada wajah-wajah goweser yang pada saat turunan terlihat senyum, senang dan bahkan tertawa-tawa. Padahal mah Tanjung Lesung nya masih jauh tuh, baru juga setengah perjalanan, eh malah udah pada seneng-seneng aja,hahaha. Akhirnya Turunan panjang ini berakhir di pertigaan Jiput. Setelah turunan panjang tadi kami langsung memarkirkan sepeda di warung mie ayam baso, mengingat dari tadi kami belu makan siang. Yang sangat mengejutkan adalah Kang Ola, dimana-mana kalo perjalanan jauh pasti punya tempat untuk mampir, entah itu ke si Ema, teman, sodara bahkan sampe adik ipar istrinya. memang Kang Ola doank yang..…? (kira-kira apa ya sebutan yg pantas buat Kang Ola?)

Baso pun kini menambah energi kami untuk melanjutkan perjalanan, setelah makan kami siap kembali gowes. Dari pertigaan Jiput kami belok kiri, melintasi Jalan Cening, Desa Cipicung menuju ke Jalan Raya Labuan. Setelah sampai di Jalan Raya Labuan kami belok kanan ke arah Labuan. Jalan ini terkenal dengan mobil bus Asli dan Murni yang selalu balap-balapan, seakan jalanan punya mereka. Jadi Goweser yang melintasi jalan ini haruslah berhati-hati. Situ Cikendal pun kami lewati, padahal spot bagus untuk berfoto tuh. Situ Cikendal adalah salah satu objek wisata yang cukup berpotensi, akan tetapi pengelola nya tidak cukup seirus dalam mengelola objek wisata tersebut, semisal dari fasilitas-faslitasnya. Ditengah perjalanan kami berpapasan dengan Om Dodo Chupet, katanya beliau abis dari Bu Entin, dikira teh kami mau nawarin jintan hitam nya,heheh. Setelah itu kami melewati Terminal Labuan yang penuh dengan Bus Asli, mungkin terminal itu menjadi markas dari Bus Asli, akan tetapi tidak terlihat sama sekali Bus Murni disana. Tidak jauh dari terminal kami sampai di petigaan Labuan. Kami kembali rehat sejenak untuk membeli minum yang sudah habis. Perjalanan kami dari pertigaan Labuan sampai Tanjung Lesung kira-kira ±26 Kilometer lagi. Walaupun track nya datar dan beraspal, akan tetapi angin pantai tidak boleh diremehkan. Setelah membeli air minum, kami lanjutkan perjalanan, dan langsung saja terlihat di kanan jalan PLTU Labuan. Kami pun berfoto sejenak sebagai bukti otentik. PLTU yang di resmikan pada 28 Januari 2010 oleh Presiden ini tampak berdiri gagah. Setelah berfoto di PLTU Labuan kami kembali gowes di Jalan Panimbang – Labuan. Kontur jalan nya datar dan beraspal, akan tetapi angin pantai yang begitu kencang menjadi hambatan kami. Gowes pun terasa berat, kalo kata Pak Dodo cozmic masih mending tanjakan daripada datar ngelawan angin begini. Jembatan-jembatan pun akrab menyapa kami sepanjang perjalanan ke Tanjung Lesung, sekitar ±6 jembatan kami lewati. Salah satunya adalah jembatan panjang di Panimbang, dikira saya fly over, eh ternyata jembatan. Sampai di pasar Panimbang kami membeli perbekalan di minimarket, karena di Tanjung Lesung pasti makanan nya mahal-mahal. Waktu sudah menunjukan pukul 16.45, perjalanan kami tinggal ±8 Kilometer lagi sampai ke Tanjung Lesung dan target sampai disana pas sunset. Sepeda kami pun kembali digowes, masih track datar dengan melawan angin pantai. Pemandangan sepanjang jalan adalah lautan yang menghampar luas tepat disebalah kanan kami. Banyak juga warga yang sedang mancing, menjala, berfoto bahkan pacaran dipinggir pantai sepanjang jalan.

Terlihat dari kejauhan papan petunjuk arah, belok kiri ke Cibaliung dan lurus ke Tanjung Lesung. Akhirnya sebentar lagi sampai juga, akan tetapi matahari mulai tenggelam. Lumayan cukup jauh juga dari papan petunjuk arah tadi sampai ke depan gerbang pos satpam Tanjung Lesung. Sebagian goweser berfoto dahulu di banner Welcome to Tanjung Lesung Beach Resort, saya malah lanjut gowes sampai gerbang pos satpam nya dan sampai duluan, kira-kira pukul 17.50.  Disusul dengan Pak Dodo cozmic, kemudian Saya dan Pak Dodo cozmic masuk duluan meninggalkan rombongan belakang, dan menuju Beach Club. Sampai depan Beach Club kami berfoto dulu di papan nya. Mobil-mobil wisatawan pun pada keluar dari Beach Club, karena hari sudah mulai gelap. Walaupun mulai gelap, Saya dan Pak Dodo cozmic coba masuk ke Beach Club nya. Ketika sampai, keadaan nya tampak sepi, para wisatawan sudah kembali ke mobilnya masing-masing. Tak disangka masih ada 2 perempuan abg (yang satu cantik putih dan kurus, yang satu lagi lumayan dan gemuk) yang sedang berfoto, lalu ketika saya dan Pak Dodo Cozmic coba memarkirkan sepeda tidak jauh dari perempuan tadi, eh salah satu dari perumpuan tadi (yang cantik nya) minta foto bareng kami berdua. Biasa nya sih goweser yang minta foto bareng, eh sekarang malah terbalik, udah kaya atlit sepeda aja nih,wkwkwk. 2 perempuan tersebut dari Tangerang, sedang berlibur di Tanjung Lesung bersama teman-temannya. Setelah berfoto, 2 perempuan tersebut pamit hendak pulang. Sesaat setelah perempuan tersebut pulang Pak Supri menelpon saya, dan katanya suruh balik lagi ke gerbang, eh pas saya bilang ada perempuan disini nih lagi foto bareng, dan langsung saja menjawab oke kita kesana,hahah. Ketika mereka datang, perempuan tadi pun sudah pulang, dan memang udah rezeki saya dan Pak Dodo cozmic,heheh.
Perjalanan yang sangat melelahkan, Akhirnya kami SXC2 sampai juga di Tanjung Lesung, total perjalanan mencapai ±110 Km. Biasa dibilang perjalanan gowes kali ini adalah perjalanan gowes tanpa perhitungan. Goweser-goweser haus akan explorasi yang semenjak puasa kemarain tidak gowes. Hasilnya kita biasa lihat sendiri, wajah-wajah goweser kini terlihat sadness abis, karena memikirkan izin gowes yang diberikan istri, terkecuali saya dan Rinto yang masih free. Memang orang gila saja yang ke Tanjung Lesung Gowes, yang lain mah pada naik mobil / motor bareng keluarga nya, ini mah malah gowes. Pak Supri aja yang bikin Undangannya malah ga tau mau ngapain selanjutnya kalau sudah sampe di Tanjung Lesung nya. Mau pulang gowes masih pegel, cukup taulah rasa nya tadi gowes dari Serang sampai Tanjung Lesung gimana, ga usah di ulang lagi. Pokoknya bingung aja mau pulang nya gimana. Mungkin Pak Didit dan Pak Roni cukup menyesal sudah ikut sampai kesini, padahal mereka niat nya hanya setengah perjalanan. Begitu juga dengan Pak Kusnanto yang katanya besok ada acara Kuis di kantornya. Keadaan ini diper parah dengan kencangnya angin pantai yang sangat menusuk ke badan kami, sehingga sebagian goweser harus merangkap baju nya. Walaupun keliatanya tampak lelah, bingung dan kedinginan, kami masih tetap ceria untuk berfoto-foto dahulu. Dan Alhamdulillah, sodara Pak Roni ada mobil bakter yang siap antar kami hingga ke Serang. Masalah biaya belakangan yang penting kami biasa pulang ke Serang  hari ini juga. Sambil menunggu mobil datang, kami mengeluarkan makanan yang di beli tadi, karena café di Beach Club ini sudah pada tutup sejak pukul 17.00 tadi. Sebenernya kalau datang ketempat ini sorean aja, pasti pemandangannya sangat bagus. Banyak spot-spot bagus untuk berfoto, dan tentunya juga banyak wisatawan yang cantik-cantik,heheh. Mungkin lain kali jikalau ada gowes Tanjung Lesung Part 2, harus dengan perhitungan. Jangan seperti ini deh, tanpa perhitungan.

Setelah sekian lama kami bercengkrama dan berfoto-foto, akhirnya mobil jemputan datang juga. Langsung saja kami loading sepeda-sepeda kami ke atas bakter. Mobil bakter yang segitu kecil, bisa muat 8 sepeda dengan 7 orang berada di bakter. Masing masing goweser pun mengatur posisinya sendiri, ada yang bisa duduk bahkan ada yang berdiri terus sampai ke Serang, seperti Kang Ola dan Rinto. Kurang lebih pukul 21.00 kami pergi meninggalkan Tanjung Lesung dan menuju ke Serang. Walaupun meski harus sempit-sepitan, tapi kami tetap senang. Karena akhirnya bisa gowes ke Tanjung Lesung juga, dan bisa merasakan sensasi mengendarai sepeda hingga kecepatan 77 Km/jam. Sebuah pengalaman yang tak bisa terlupakan. Finally, Kami SXC2 berhasil dalam ekspedisi gowes ke Tanjung Lesung, dengan skuad goweser: Pak Supri, Kang Ola, Pak Dodo cozmic, Pak Didit, Pak Roni, Pak Kusnanto, Rinto dan Vito. Alhamdulillah, kami tiba di Serang ± pukul 00.00, dan kami pun langsung pulang menuju rumah masing-masing dengan membawa lelah, senang, rasa penasaraan terbayar dan bahkan rasa takut akan istri dirumah,heheh. Semoga saja sepeda-sepeda nya ga di gergaji ya Pak…


Selasa, 16 Agustus 2011

Night Riding With SXC2

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sabtu, 13 Agustus 2011, merupakan jadwal SXC2 untuk gowes malem (night riding). Sebelumnya sudah di undang oleh Pak Supri lewat Facebook, lalu diteruskan oleh Pak Agus di BBM dan google talk, dan diresmikan oleh Pak Mars lewat SMS kepada seluruh Anggota. Dan alhamdulillah respon nya lumayan cukup banyak, walaupun tidak sebanyak gowes biasa nya. Ada Pak Agus, Om Iyan, Pak Yopi, Pak Mars, Pak Dida, Pak Hendra, Pak Maul (walaupun tidak bisa ikut gowes), Pak Dodo cozmic, Pak Didit, Pak Dono, Pak Yusman, Pak Supri (sebagai Undangers pertama di FB datang telat), Boni (sudah lama tak gowes bareng karena ada pekerjaan diluar kota) dan Saya. Sudah terkumpul 13 orang yang siap night riding. Rute yang ditentukan adalah track datar sawahluhur – pulau burung – banten lama – alun-alun. Tadinya mau ke Jalan 45 lalu kuburan cina, tetapi respon nya kurang, dan Kata Pak Agus juga nanti takut satu persatu yang gowes dibelakang hilang semua,hahaha. Sekitar jam 21.30 kami mulai berangkat night riding, menyusuri jalan protokol kota Serang yang cukup padat dan rame, berbelok kearah cinanggung di perempatan ciceri. Dari cinanggung lurus saja hingga ke arah sawah luhur. Di Lebak ada sebuah areal Pembangkit Listrik, akan tetapi penerangan jalan di daerah situ sangatlah minim, menurut saya cukup aneh juga.
Memasuki daerah Sawaluhur lampu kelap-kelip disepeda kita terlihat sangat menarik dan bagus di kegelapan. Akan tetapi sedikit demi sedikit hewan sawah yang bau nya sangat menyengat sekali (sejenis walangsangit, Lembing) menyerang kami. Satu persatu mereka menempel dibaju kami. Bahkan sampai masuk ke baju, celana dan helm kami. Walaupun kecil tapi sedikit menganggu gowes juga. Saya pikir ini merupakan binatang yang biasa muncul dimalam hari di daerah pewrsawahan. Akan tetapi agak sedikit aneh dengan rumah-rumah di kampung ini, keadaan rumah mereka gelap sekali, dan hanya menggunakan penerangan lilin, padahal beberapa lampu penerang jalan menyala dan menandakan tidak ada putus listrik (biasanya orang bilang mati lampu). Ketika kita sedang gowes melintasi dibawah sorotan lampu penerangan jalan yang begitu terang berwarna kuning-keorange-orange an, terdengar bunyi crunchy ketika ban sepeda kami menginjak benda-benda kecil yang berserakan di bawah lampu penerangan jalan. Itu ternyata adalah lembing si hewan yang baunya menyengat sekali. Mereka berjumlah sangat banyak sekali dan bau sekali, dan perkiraan saya tentang lembing yang hanya berjumlah sedikit itu meleset, ketika kami menyaksikan sebuah Toko In**maret yang terletak di pertigaan Sawahluhur ini diserbu oleh sekelompok lembing yang kira-kira berjumlah lebih dari 100 ribu. Mereka semua ternyata mempunyai sifat yang sama seperti Laron, yaitu suka dengan cahaya lampu. Benar saja Toko In**maret diserbu sekelompok lembing, karena lampu neon ditoko tersebut tampak nyala terang menderang. Bahkan banyak juga lembing yang masuk kedalam toko nya, karena rolling door ditutup tidak begitu rapat. Mungkin alasan warga tidak menyalakan lampu di rumahnya karena sedang ada serang lembing.
Tujuan kami selanjutnya adalah Banten lama, yaitu untuk sekedar berfoto di lapangan Mesjid Agung Banten, mengingat tahun kemarin night riding bulan puasa juga berfoto disana. Perjalanan menuju Banten lama juga masih ditemani lembing-lembing yang berterbangan, tetapi berakhir hingga masuk ke areal Banten Lama. Dipertigaan Banten lama, Pak Dono dan Pak Yusman izin pulang duluan. Sampai di Banten Lama kami langsung menuju lapangan Mesjid Agung Banten. Ketika kami akan sedang berfoto, rombongan sepeda dari cilegon juga datang kemari, kira-kira 4-7 orang. Mungkin tujuan mereka juga sama untuk berfoto. Setelah berfoto, kami memutuskan kembali ke alun-alun, tepatnya kepangkalan biasa kami tempat berkumpul, Sego kucing. Walaupun tadi buka puasa sudah makan ketan bintul, tetapi lapar dan rasa lelah sangat melanda. Mungkin sudah lama jarang gowes, ditambah cuaca malem yang minim oksigen. Selama perjalanan kami tumben tidak berhenti diwarung. Biasanya kan kalo gowes tuh sering banget berhenti-berhenti nya. Apalagi kalo ada teh manis (apa teteh manis ya?),hahah.
Kira-kira pukul 12 an, kami sampai di sego kucing, langsung saja susu jahe kami pesan, dan beberapa goweser yang merasa lapar sekalian saur memesan nasi dengan lauk pauk seadanya, karena kehabisan. Akan tetapi, si ibu memberi kami satu plastik besar dukuh, dan itu kami  makan secara cuma-Cuma sebagai cuci mulut. Dan ternyata enak juga dukuhnya. Keseluruhan trek datar tadi memang terlihat biasa, tetapi setelah di jalanin terasa juga beratnya. Karena memang udara malem yang kurang oksigen, ditambah sudah lama ga gowes pula, hahah, maklum penyusuain kembali. Alhamdulillah tepat pukul 1 kami samai diruah masing-masing. Dan menurut saya, night riding seperti ini perlu di adakan kembali. Mungkin karena sensasi nya yak.. !!! hahahha.
Wassalam.


Sambutan Hangat

Assalmualaikum Wr. Wb.

Hello All !! Udah lama nih ga nulis di blog, karena banyak urusan yang harus di urus, pekerjaan yang harus dikerjakan, tugas kuliah yang harus diselesaikan dan banyak pikiran sama sepeda yang rusak. Oiyah sekarang ini kita sudah memasuki Bulan Ramadhan (Bulan Puasa), maka dari itu saya minta maaf jika ada salah kata dan perbuatan yang tidak disengaja. Terlebih lagi di Bulan Ramadhan ini, HUT Kemerdekaan Negara Republik kita yaitu INDONESIA telah menginjak umur ke 66 tahun. Semoga Indonesia dimasa yang akan datang menjadi lebih baik lagi dari tindak KORUPSI nya. Karena kita tahu Indonesia merupakan negara Ter-Korupsi terbesar se-Asia dan ke-dua se-Dunia. Sungguh memprihatinkan kawan. Terlepas dari hal itu, pokok tulisan saya disini adalah, semoga saya bisa tetap melanjutkan tulisan-tulisan dengan intensitas yang tidak terlalu jauh. Semoga aja tulisan ini jadi penghubung bagi tulisan-tulisan saya untuk kedepan nya.
God Bless Indonesia ku
MERDEKA !!!
Wassalam 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More