Senin, 05 November 2012

TRIP BALI PART 1


Tanggal 5 November 2012, dimana hari itu mahasiswa dari jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa akan melakukan Field Trip atau lebih tepatnya sih berwisata. Karena tujuan nya yaitu Pulau Bali atau yang biasa disebut dengan Pulau Dewata. mahasiswa yang mengikuti Field Trip ini sekitar 150 orang. Ini adalah kedua kali nya saya ikut perjalanan ke Bali ini setelah 2 tahun yang lalu. Travel yang di gunakan tetap masih Indie Tour dari Purwokerto, yang notaben nya masih di percaya oleh pihak kampus untuk melakukan perjalanan ke Bali lagi. Biaya per-orang nya pun terbilang cukup murah, yaitu sekitar Rp. 1.***.000,-. Dengan biaya yang murah tersebut, perjalanan kami dilakukan melalui  jalur darat dengan menggunakan Bis. Ya, Bis Cepat, sampe-sampe Bis cepat ini punya ikatan organisasinya loh. Perjalanan pun memakan 2 hari menuju Bali, dengan total perjalanan selama 8 hari sampai balik lagi ke Serang.

Singkat cerita perjalanan, karena memang perjalanan nya tidak ada yang menarik dan sangat membosankan. Karena kita di bis kerjaanya duduk, makan, duduk, pom bensin dan seterusnya hingga kita naik kapal laut di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Tapi perjalanan kali ini ada kejadian yang cukup meresahkan para keluarga mahasiswa yang ikut Field Trip ini. Karena mahasiswa yang pake BB a.k.a. Blackberry mendapat broadcast messege  dari kontak nya yang berisi tentang kecelakaan mahasiswa Untirta di jalan pantura dan 48 orang meninggal. Kita dapat kabar ini tuh ketika kita baru keluar Tol Cileunyi dan sedang melakukan sholat magrib dan makan malam di Rumah Makan. Sontak serentak seluruh mahasiswa mendapat telpon dari keluarga nya dan membantah issue tersebut. Tentunya saja kita bantah, karena kita tidak lewat pantura dan kita posisi sedang sholat dan makan. Bahkan katanya kabar ini sampe ke luar kota Serang dan pihak media massa juga meminta konfirmasi ke Pak Kandung – selaku penanggung jawab kegiatan, terkait issue yang beredar tersebut. Sungguh hal konyol yang dilakukan oleh seorang mahasiswa, mereka tidak tau cara bagaimana menggunakan smartphone yang baik, smartphone seperti Blackberry itu bukan tempat sarana untuk menyebarkan issue-issue yang belum pasti kebenarannya. Ya mungkin itu lah salah satu dampak negatif dari penggunaan Blackberry jika ditangan orang yang salah. Apalagi sekarang hampir seluruh orang Indonesia menggunakan Blackberry, dari kalangan anak-anak hingga kalangan yang tua-tua. Jadi pergunakanlah smartphone yang ada punya sekarang sebaik mungkin jangan karena untuk mengikuti trend.

Sampai di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar jam 12.45 WIB tanggal 7 November 2012. Pelabuhan Ketapang ini merupakan pelabuhan penyebrangan dari pulau Jawa ke pulau Bali yang ada setiap jam nya. Untuk masalah tarif saya kurang tau, tapi terakhir dengar katanya tarif penyebrangan ini sekitar Rp. 35.000,- . Sekitar jam 01.15 WIB kami mulai menaiki kapal feri ini, dan tidak lama pula setelah loading muatan orang dan mobil kapal pun mulai berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Perjalanan laut ini hanya memakan waktu 45 menit untuk sampai di Gilimanuk. Tapi cukup banyak juga dari teman-teman mahasiswa yang merasakan pusing (mabok laut), mungkin karena baru pertama kali melakukan perjalanan laut ini, dan ditambah angin laut yang cukup kencang.


Om, Swastiastu. Kita sampai di pulau Bali tepatnya di Pelabuhan Gilimanuk sekitar jam 3.15 WITA, karena waktu di Bali lebih cepat 1 jam dari Jakarta. Setalah sampai kita langsung menaiki Bis dan mulai berangkat menuju Rumah Makan untuk melakukan sholat subuh, mandi dan sarapan. Ya, selama perjalanan ke Bali kami selalu mandi nya di Rumah Makan. Kami pun disambut hujan ketika sampai di pulau Bali, sebuah berkah bagi kami. Setelah sarapan yang lagi-lagi kurang enak kami pun berangkat menuju Kantor Bupati Jembrana untuk melakukan study yang merupakan inti dari Field Trip ini. Sampai di Kantor Jembrana kita langsung mamasuki ruang aula untuk mendengarkan pemaparan tentang kinerja serta birokrasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Jembrana. tidak berbeda jauh dengan waktu pertama kami datang kesini. Hanya saja yang berbeda adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jembrana yang baru ini lebih memprioritaskan pada segi perbaikan birokrasi maupun pembangunan. Setelah pemamparan materi serta sesi tanya jawab dan acara usai kami foto-foto sejenak di halaman kantor Bupati. Memang sangat bagus tata halaman kantor-kantor di dalam lingkungan Pemkab Jembrana ini. Sehingga mungkin membuat sebagian mahasiswa tertarik untuk berfoto. Cheeessseeee......

Setelah mengunjungi Kantor Bupati Jembrana, kami langsung menuju Rumah Makan yang tidak begitu jauh dari kantor Pemkab Jembrana lalu dilanjutkan menuju Tanah Lot yang merupakan perjalanan awal wisata di Bali. Awal perjalanan wisata kita kali ini ditemani seorang tour guide asli Bali yang bernama Bli Sukre. Nah bli Sukre ini lah yang menemani kita di Bis 1 selama berwisata di Bali. Sepanjang perjalanan ke Tanah Lot, bli Sukre memperkenalkan diri dan sambil bercerita. Saya pun sampai terlelap, karena perjalanan ke Tanah Lot ini cukup jauh, kira-kira memakan waktu perjalanan selama 2 jam. Sesampainya di  parkiran Tanah Lot kami langsung menuju Pure Tanah Lot nya. Foto-foto adalah momen yang tidak bisa dihindarkan di tempat ini. Tapi bagi saya ini merupakan ke 3 kali saya kesini, dan udah bukan hal yang asing lagi. Jadi posisi saya membidik foto untuk teman-teman saja. Setelah foto-foto di depan pure Tanah Lot nya, langsung saya ajak teman-teman (Ruby,Rizkar,Adit,Ade,Tyar dan Nita) ke atas yang dimana kita ngeliat pure Tanah Lot dari atas sambil menunggu sunset. Sampai di atas kita pesan kelapa sambil menikmati pemandangan Tanah Lot yang begitu indah menawan. Sayang sekali kami disini tidak sempat menikmati sunset, yang dimana kita melihat dibawah sana dan ternyata teman-teman mahasiswa yang lain sudah tidak ada. Alhasil kami pun telat ke Bis, karena saking enaknya ngobrol sambil nyeruput kelapa menunggu sunset datang.

Setelah dari Tanah Lot kami menuju Hotel Ma*e yang katanya bintang 3 yang terletak di Jalan Sempidi dan tepat berada di depan Pemkab Badung. Tapi sesampainya di hotel Ma*e, kami pun langsung ke kamar, dan melihat fasilitas dikamar tidak sesuai dengan bintang 3. Fasilitas bintang 3 nya mungkin mengandalkan kolam renang saja. Kami pun menghiraukan itu semua dan langsung prepare mengunjungi Kute dan Legian di malam hari. Karena tidak ada angkutan umum, kami terpaksa menaiki taksi gelap (dengan mobilnya seperti avanza,apv dll). Tapi itupun setelah melewati panjangnya negosiasi harga dengan si supir nya. Taksi yang kami naiki mobilnya apv, kamipun berangkat menuju kute sekitar pukul 22.00 WITA dengan pasukan sekitar 8 orang yaitu (saya,Adit,Ade,Rizkar,Ruby,tyar,Nita dan Yenita).  Supir taksi kami ini namanya bli Rizal, sungguh koplak kelakukan nya, nanya apa jawab nya ga nyambung, dan dia juga kurang banyak tau tentang Bali, mungkin dia sedang dalam pengaruh alkohol. Tapi alhamdulillah kami di antar tepat di depan hotel Hard Rock Kute Bali, kami pun langsung turun dan mulai berjalan-jalan di sekitar Kute hingga Legian sambil foto-foto. Yang biasa tempat andalan foto yaitu di Hard Rock, Welcome to Pantai Kute, dan monumen Bom Bali. Sesampainya di monumen bom bali, kami disini santai sambil melihat bule-bule yang sedang lalu lalang, sebagian kecil dari mereka sudah menjadi bule gila, dari yang koprol-koprol dijalan sampe ada yang berpakaian ketat spiderman. Kami pun dibuat tertawa oleh gelagat si bule spiderman ini, karena dia meniru gaya spiderman mengeluarkan jaringnya tepat kepada kami yang sedang berdiri sambil senyum melihatnya, Hahah...

Sampai pukul kurang lebih 02.00 WITA kami berada di Legian ini, dari yang nanyain harga table sampe mau masuk ke bar-bar tapi ga jadi karena budgetnya minim, hehe. Akhirnya kami memutuskan next time aja mungkin untuk ikut bergoyang di bar bareng bule-bule. Kami pun pulang menyusuri jalan Legian hingga jalan Poppies Lane 1 menuju Kute yang dimana kita sudah janjian sama si Bli Rizal untuk mengantarkan kami pulang ke hotel. Sebelum pulang ke hotel kami beli KFC dulu untuk makan kami, karena kami tau pasti nanti pagi sarapan nya kurang enak, jadi kami antisipasi dahulu. Sesampainya di hotel kami langsung makan dan istirahat untuk aktifitas wisata esok hari nya.
Tanggal 8 November 2012 pukul 08.00  WITA, kami sekamar saya,Adit,Ruby dan Rizkar bangun kesiangan. Yang dimana jadwal kita berangkat dari hotel itu pukul 7.30 WITA. Ternyata teman-teman dikamar sebelah pun sama telat juga, mungkin karena aktivitas jalan-jalan semalam.  Kami pun langsung mandi tanpa sarapan mmasuk ke Bis 1, dan lagi-lagi Bis 1 terlambat lagi dari Bis 2 & 3. Maklum saja, isinya Bis 1 senior semua jadi wajar sering telat aja karena sudah biasa telat, heheh. Tujuan pertama kita pagi ini adalah mengunjungi Sangeh, dimana disana itu terdapat pure di Hutan Lindung yang umurnya mungkin puluhan sampe ratusan tahun. Karena hutan lindung, maka masih terdapat monyet-monyet. Monyet tersebut banyak yang sudah jinak, mungkin karena wisatawan sering kesini, tapi ada juga yang agresif jika melakukan hal-hal yang aneh kepada monyet tersebut. Mungkin wisata ke Sangeh ini menggantikan wisata ke Uluwatu, padahal Uluwatu lebih bagus dari Sangeh. Setelah mengunjungi Sangeh, kita menuju ke Kacang Bali, dimana disini kami akan makan siang sambil belanja oleh-oleh. Kacang Bali menjadi tempat andalan dari travel Indie Tour, karena tahun kemarin pun kami diarahkan belanja nya disini. Setalah makan siang kami langsung menuju kantor Walikota Denpasar, ini merupakan agenda inti yang kedua setelah sebelumnya mengunjungi Pemkab Jembrana. Sesampainya di Kantor Walikota Denpasar ini, kami langsung di antarkan menuju ruang aula untuk mendengarkan pemaparan tentang pelayanan publik di Denpasar. Setelah mendengarkan pemaparan dan sesi tanya jawab acara pun ditutup. Kita pun langsung menuju bis yang di parkir cukup jauh dari kantor dan tujuan kami berikutnya adalah Pantai Kute.
Sesampainya di Central Parking yang dimana ditempat ini Bis-bis pariwisata di parkir, karena tidak boleh memasuki wilayah kute, dan sebagai penggantinya kami pun harus naik Komotra, Komotra ini semacam angkutan umum khusus wisatawan yang akan ke Kute. Komotra ini pembayarannya menggunakan karcis seharga Rp. 3.000,- untuk berangkat, dan pulang juga sama menggunakan karcis dengan harga yang sama. Biasanya Komotra ini berisi hingga 20 orang, jika sudah mencukupi kuota baru Komotra ini berangkat menuju Kute, jika belum, maka menunggu dahulu hingga kuota nya mencukupi. Kuota Komotra saya pun akhirnya sudah mencukupi, dan Komotra ini pun berangkat menuju Pantai Kute. Sebenarnya saya sudah mengunjungi nya barusan kemarin malem, tapi tak apalah, karena tunjuan kali ini melihat sunset di pantai Kute. Sesampainya di Pantai Kute, kami (saya, Adit, Ade, Ruby, Rizkar, Gober, Tiyar & Nita) mencari market dulu untuk beli makanan dan minuman, karena pasti di sepanjang pantai mahal-mahal harga nya. Makanan dan minuman sudah dibeli, kami memasuki pantai Kute dan langsung cari tempat yang enak buat duduk sambil menikmati suasana pantai walaupun panas matahari sangat menyengat waktu itu. Posisi sudah ketemu, kami langsung menyewa tiker untuk duduk. Baru duduk-duduk sebentar, udah ada ibu-ibu yang nawarin pijit, berhubung badan saya pegel-pegel dan saya kesini berpakaian celana panjang dan pake sepatu yang dimana ke kalo ke pantai itu tidak enak dilihat, ya saya putuskan untuk dipijit, tapi setelah negosiasi harga samapi Rp.40.000,-. Rizkar dan tyar pun ikut di pijit, tak apalah yang penting kita sekarang lagi di pantai Kute, nikmatin aja apa yang biasa orang-orang lakukan disini, karena dengan begitu kita akan tau bagaimana rasanya menikmati pantai Kute.
Pantai Kute ini memang sangat indah, garis pantai yang membentang sangat panjang hampir membentuk setengah lingkaran di selimuti pasir putih yang lembut dan katanya mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh manusia ketika berjemur di atasnya. Ketika kita memandang lautan, tampak ujung laut itu tepat berada sejajar dengan mata kita, dan ketika sunset tepat berada di garis lurus dengan pandangan mata kita. Sungguh keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang membuat orang-orang pasti akan kembali lagi kesini untuk menikmati nya. Sering sekali pantai Kute ini dipakai upacara adat orang bali, jadi jangan heran jika melihat orang-orang yang berpakaian adat datang kesini, sungguh hebat orang Bali dalam menjaga tradisi budaya nya. Selain upacara adat, biasanya pantai Kute dipakai syuting film sinetron atau FTV karena keindahannya dan mungkin orang kira bukan di Indonesia karena banyak sekali bule-bule yang sedang berjemur maupun lalu lalang.

Matahari pun perlahan mulai turun, langit terang berubah menjadi kuning kemudian berubah menjadi oranye begitulah sekiranya sunset di yang kami lihat di pantai Kute. Karena waktu kami tidak banyak, maka kami langsung jalan ke depan Hard Rock untuk menunggu Komotra yang akan mengantarkan kami ke Bis di central parking. Setelah kami samapi di Bis, langsung kita berangkat menuju toko oleh-oleh Dewata untuk makan malam sekaligus yang mau belanja. Setelah makan malam di Dewata kita kembali ke hotel dan acara bebas. Sekitar pukul 20.30 WITA kita sesampai di hotel, seperti biasa kami bercengkrama hingga larut malam, dan seperti biasa ketika tengah malam kita pesen KFC lewat delivery, karena menggantikan sarapan pagi esok yang menurut kami kurang begitu enak. Setelah KFC datang dan menyantapnya kami pun dapat tertidur pulas...zZzz....

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More